Coca-Cola menyisipkan jinggelnya di acara”wisata kuliner” 14 november 09 tanpa menyebutkan brand nya secara terang-terangan. Hal tersebut memiliki beberapa keuntungan, yaitu dari segi psychology dan biaya. Dari segi psychology, jinggel tersebut dimasukan ke alam sadar penonton atau calon konsumen supaya mereka terngiang-ngiang dan teringat jinggel tersebut. Ketika mereka tahu bahwa jinggel tersebut adalah miliknya Coca-cola, maka ketika diperdengarkan kembali secara samar-samar pun diharapkan mereka mengingat Coca-cola dan melakukan pembelian terhadap produk tersebut. Dari segi biaya, tentu saja iklan seperti itu tidak akan semahal dibandingkan dengan iklan-iklan televisi biasanya.(Reza Sidharta)
it’s like subliminal message ga si za?? mmbuat persepsi menjadi bias dan menanamkannya melalui alam bawah sadar ^^
Bisa dibilang begitu juga ya Dis =D tetapi memang perlu diteliti lebih lanjut itu…signifikan atau tidak,,,