Rez

Just another WordPress.com weblog

Baby Roller: Strategi Yang Aneh (batasan tua dan muda pada mobil yang prestisius) Juni 19, 2010

Filed under: Marketing — @RezaRaz @ 8:26 am

Baby Roller, Strategi yg aneh dari Rolls-Royce dengan membuat batasan tua dan muda pada jenis mobilnnnya  

(The brand wants to change that though and is seeking a PR agency to promote Rolls-Royce to wealthy, young consumers) karena:
1. Tipe mobil yang utama/tua jelas akan dianggap lebih unggul oleh konsumen daripada tipe yang baby, sehingga konsumen yang menggunakan “baby roller” akan dianggap menggunakan produk no 2
2. Apakah konsumen yang  muda dan kaya, senang dijadikan atau dianggap  no.2 dengan menggunakan produk “baby roller”

 

Adidas Brand Extension Maret 20, 2010

Filed under: Marketing — @RezaRaz @ 8:33 pm

Adidas Brand Extension: Adidas Performance (Sport), Adidas Originals (Street Style), Adidas Style (Fashion). Adidas sangat berani dalam memperluas segmennya, hal ini dikarenakan ketiga segmen tersebut di layani di bawah bendera Adidas. Hanya strategi yangg Adidas lakukan agar tidak terjadi benturan segmen adalah hanya dengan membedakan symbol Adidas di tiap-tiap segmen tersebut.

 

Samsung Corby B3210 di balik Blackberry Desember 14, 2009

Filed under: Marketing — @RezaRaz @ 6:49 pm

Positioning Blackberry(BB) adalah elegan,canggih,modern,black. Sehingga BB tidak berada pada positioning gaul dan funky.Celah tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Samsung dengan mendompleng disain BB yg sedang menjadi trend setter di Indonesia saat ini, yaitu dengan meluncurkan produk Samsung Corby B3210 dengan tema “What color is your life? di produk ini Samsung meperjelas segmentasinya yaitu anak-anak muda”

 

Psikologi Jinggel:Coca-Cola Desember 3, 2009

Filed under: Marketing — @RezaRaz @ 6:44 pm

Apakah teman-teman pernah mendengar lagu yang berjudul “Buka Semangat Baru” yang dibawakan oleh Ello, Ipang, Berry (Saint Loco)?lalu kemudian dengarkan lalu dan bandingkan dengan jinggel pada web http://hf3.coca-cola.com/
Apakah ada kesamaan?Iya, memang itu adalah sebuah lagu yang sama. Kenapa dalam video klip ”Buka Semangat Baru” tanpa disertakan lambang Coca-Cola dan diabawakan artis lokal. Hal ini dikarenakan faktor psikologi, yaitu pertama agar masyarakat tidak langsung antipati terhadap Brand yang notabene berasal dari luar. Kedua, penggunaan artis-artis lokal sangat membantu memasukan jinggel tersebut ke benak masyarakat luas daripada artis luar (unsur kesamaan kebangsaan). Setelah jinggel tersebut masuk ke benak masyarakat, maka Coca-Cola akan lebih mudah melakukan selling dengan memanfaatkan jinggel tersebut. Jangka panjangnya, ketika Jinggel tersebut diperdengarkan, konsumen langsung mngetahui bahwa itu Coca-Cola (Branding), akhirnya biaya pemasaran pun bisa diminimalkan (Biaya rendah, High Impact).

Reza Sidharta

 

Profil November 26, 2009

Filed under: Profil Penulis — @RezaRaz @ 6:39 pm

Reza Sidharta

Master of Management  UGM (Brand Management)

Twitter:RezaRaz

Facebook: Reza Sidharta

Gmail: reza.sidharta@gmail.com

 

Promotion in Packaging (Coca-Cola & Twentieth Century Fox) November 26, 2009

Filed under: Marketing — @RezaRaz @ 5:40 pm

Cola-Cola akan lebih memperkuat brandnya dengan melakukan kerjasama dengan Twentieth Century Fox. Hal tersebut bisa terlihat pada Packaging Coca-cola tersebut. Kerjasama seperti itu banyak memiliki opsi-opsi strategis yang menguntungkan di kedua belah pihak. Kemungkinan strategis bagi Coca-cola adalah , pertama brandnya akan semakin dikenal dengan kemunculan film tersebut. Kedua, biaya produksi packaging bisa ditekan. Ketiga, setelah kerjasama tersebut akan banyak industri2 sejenis yang akan memanfaatkan packaging Coca-Cola sebagai lahan promosi

 

Coca-Cola(Psychology in Marketing) November 14, 2009

Filed under: Marketing — @RezaRaz @ 9:59 am

Coca-Cola menyisipkan jinggelnya di acara”wisata kuliner” 14 november 09 tanpa menyebutkan brand nya secara terang-terangan. Hal tersebut memiliki beberapa keuntungan, yaitu dari segi psychology dan biaya. Dari segi psychology, jinggel tersebut dimasukan ke alam sadar penonton atau calon konsumen supaya mereka terngiang-ngiang dan teringat jinggel tersebut. Ketika mereka tahu bahwa jinggel tersebut adalah miliknya Coca-cola, maka ketika diperdengarkan kembali secara samar-samar pun diharapkan mereka mengingat Coca-cola dan melakukan pembelian terhadap produk tersebut. Dari segi biaya, tentu saja iklan seperti itu tidak akan semahal dibandingkan dengan iklan-iklan televisi biasanya.(Reza Sidharta)

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.